Momota menemukan formulir untuk mengatur pertarungan Axelsen di Malaysia Open

KUALA LUMPUR: Kento Momota dari Jepang mengungkapkan kegembiraannya pada Sabtu (2 Juli) saat mencapai final pertamanya. Tahun ini setelah melewati “masa-masa sulit”, menyusul kemenangan meyakinkan di Malaysia Open atas Kunlavut Vitidsarn dari Thailand.

Malaysia Open

Unggulan kedua akan menghadapi petenis nomor satu dunia. Viktor Axelsen di final Minggu, setelah petenis Denmark itu mengalahkan Jonatan Christie dari Indonesia 21-15, 20-22, 21-11.

Kemenangan Momota merupakan dorongan besar menyusul performa buruk baru-baru ini, dan datang di negara di mana kecelakaan mobil lebih dari dua tahun lalu membuat karirnya terjun bebas setelah memenangkan Malaysia Terbuka terakhir yang di mainkan sebelum penutupan pandemi pada tahun 2020.

Sang juara bertahan menerima sambutan meriah dari para penonton saat ia keluar untuk semifinal di Kuala Lumpur, dan Momota tidak membuang waktu untuk memaksakan di rinya pada Kunlavut yang berjuang untuk mengimbangi.

Momota hanya membutuhkan 42 menit untuk mengalahkan pemain Thailand itu 21-11, 21-12. Memberikan smash yang akurat di tambah dengan permainan net yang tepat.

“Saya hanya berusaha untuk tidak membuat kesalahan dan memindahkan shuttlecock sebanyak mungkin ke sisi lawan,” kata Momota usai kemenangannya.

“Ia sangat senang mencapai final ini setelah mengalami begitu banyak masa sulit. Saya akan mencoba yang terbaik untuk orang-orang yang telah mendukung saya selama ini.”

Momota terlibat dalam kecelakaan mobil yang menewaskan pengemudinya dalam perjalanan ke bandara setelah memenangkan Malaysia Open pada Januari 2020.

Itu meninggalkan Momota dengan rongga mata yang retak dan penglihatan ganda. Ketika dia kembali setelah setahun absen, bintang Jepang itu adalah bayangan dari dirinya yang dulu.

Momota, yang masih menduduki peringkat dua dunia, gagal di Olimpiade Tokyo tahun lalu dan kalah di babak pertama pada empat dari lima turnamen tunggal yang di ikutinya tahun ini.

Bisakah Momota menghadapi Axelsen ?

Axelsen mencapai final ketiganya secara berturut-turut setelah tampil dominan di game penentuan melawan Christie, mengamankan kemenangan dalam 71 menit.

Pemain asal Denmark itu mengatakan bahwa dia senang melihat Momota akhirnya kembali ke performa terbaiknya dan bermain dengan baik setelah 18 bulan yang terik, tetapi menekankan bahwa dia ingin memenangkan gelar Malaysia “sangat buruk”.

“Saya ingin memenangkan setiap turnamen yang saya ikuti, dan ini sama pentingnya dengan turnamen lainnya,” kata Axelsen.

admin

Trinformasi merupakan portal informasi online yang memberikan informasi seputar teknlogi, edukasi, dan seputar informasi lainya yang bermanfaat bagi orang lain.

One thought on “Momota menemukan formulir untuk mengatur pertarungan Axelsen di Malaysia Open

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.