Sering Repotkan Asia, Ganda Kombinasi Eropa Siap Ngamuk di Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Diketahui sering merepotkan wakil- wakil Asia, ganda kombinasi Eropa diyakini memiliki kesempatan besar buat memenangkan medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Sebagaimana dikenal, Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 hendak dihelat di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, pada 22- 28 Agustus.

Persaingan di zona ganda kombinasi di ajang ini pastinya tidak kalah menarik dari 2 zona ganda serta 2 zona tunggal yang lain. Mewakili Asia misalnya, terdapat pendamping no satu dunia, Zheng Sang Wei/ Huang Ya Qiong dari Cina dan rekan senegara Wang Yilyu/ Huang Dong Ping yang berperingkat 4 dunia. Tidak hanya itu terdapat pendamping no 2 dunia Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai dari Thailand dan no 3 dunia Yuta Watanabe/ Arisa Higashino dari Jepang.

Baca Selengkapnya : Pebulutangkis Menawan Myanmar, Thet Htar Thuzar Curhat soal Dana Jelang Kejuaraan Dunia 2022

Tidak hanya itu, terdapat pula sebagian pendamping ganda kombinasi Eropa yang siap mengecam dominasi Asia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Dengan absennnya Marcus Ellis/ Lauren Smith( Inggris) sebab luka, hingga Eropa hendak diwakili oleh Mathias Christiansen/ Alexandra Boje( Denmark), Robin Tabeling/ Selena Piek( Belanda), Mark Lamsfuss/ Isabel Lohau( Jerman) serta Thom Gicquel/ Delphine Delrue( Prancis). Thom Gicquel/ Delphine Delrue mencuri atensi dikala mereka tampak di perempat final Malaysia Open menggadapi Zheng/ Huang.

Pendamping Prancis ini hampir membuat Zheng/ Huang kalah usai unggul 20- 16 di gim awal. Tetapi pada kesimpulannya pendamping Cina mengejar buat mengunci kemenangan 25- 23.

Di gim kedua, Thom Gicquel/ Delphine Delrue lagi- lagi merepotkan Cina walaupun kesimpulannya kalah dengan skor ketat 20- 22.

Ganda Kombinasi Eropa, Kuda Gelap yang Sering Repotkan Asia

Lebih dahulu Thom Gicquel/ Delphine Delrue pula berjumpa pendamping‘ tembok raksasa’ Cina di final Indonesia Masters yang berujung kemenangan pendamping Cina 21- 13 21- 14.

Secara totalitas, Thom Gicquel/ Delphine Delrue menempuh tahun yang luar biasa, sehabis menggapai 5 perempat final serta jadi runner- up di Kejuaraan Eropa serta Indonesia Masters.

Dengan game raga Gicquel yang kilat dari balik serta defense Delrue di depan, pendamping ini memiliki kans jadi ganda kombinasi Prancis awal yang mencapai medali di Kejuaraan Dunia 2022. Lain halnya dengan ganda kombinasi asal Belanda no 21 Dunia, Tabeling/ Piek.

Mereka mempunyai masa 2022 yang brilian sehabis menggapai semifinal Kejuaraan Eropa serta perempat final berturut- turut di Malaysia. Timbul selaku kuda gelap sepanjang Touring Asia, Tabeling/ Piek pernah merepotkan Yuta Watanabe/ Arisa Higashino di Indonesia serta mereka sanggup menaklukkan juara dunia Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai di Malaysia.

Terdapat pula pendamping no 13 dunia, Christiansen/ Boje yang menggapai semifinal Malaysia Open usai menghilangkan Watanabe/ Higashino, juara India Open Terry Hee/ Tan Wei Han serta Tabeling/ Piek. Penampilan apik di Malaysia tersebut membuat mereka tercantum di antara ganda kombinasi Daratan Biru sangat tidak berubah- ubah masa ini. Rekannya sesama Eropa, Lamsfuss/ Lohau pula hadapi tahun yang baik, dengan memenangkan gelar di Swiss Open serta Kejuaraan Eropa.

Semata- mata data, ganda kombinasi Eropa terakhir yang mencapai medali di Kejuaraan Dunia merupakan pendamping Inggris Chris Adcock/ Gabby Adcock pada 2017 silam.

Tidak hanya itu, telah lebih dari satu dekade semenjak pendamping ganda kombinasi Eropa bertanding di final( Chris Adcock/ Imogen Bankier, 2011).

Akankah Kekuatan Eropa Jadi Ancaman Rinov/ Pitha Cs?

Baca Selengkapnya : Bakal Lawan Anak Ajaib PBSI di Kejuaraan Dunia, Legenda Indonesia Optimis Tunggal Malaysia Berjaya

Dengan banyaknya ganda kombinasi Eropa masa saat ini mulai menciptakan performa apik mereka, Tokyo diprediksi hendak jadi panggung untuk ganda kombinasi Eropa menggapai podium sekali lagi. Tetapi demikian, kebangkitan sebagian pendamping ganda kombinasi Eropa ini pula dapat jadi ancaman untuk wakil- wakil di Asia, spesialnya di Indonesia.

Indonesia sendiri mengandalkan 3 pendamping di zona ganda kombinasi, ialah Rinov Rivaldy/ Pitha Haningtyas Mentari, Rehan Naufal Kusharjanto/ Lisa Ayu Kusumawati serta Zachariah Josiahno Sumanti/ Hediana Julimarbela. Untungnya, ketiga pendamping tersebut daat hasil undian manis di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Alasannya, Rinov/ Pitha Cs tidak langsung berjumpa pendamping top semacam Zheng Sang Wei/ Huang Ya Qiong( Cina) ataupun Yuta Watanabe/ Arisa Higashino( Jepang).

Rinov/ Pitha yang berstatus unggulan ke- 13 menemukan bye di babak 64 besar. Tetapi, mereka berpotensi jumpa pendamping Cina, Huang Yilyu/ Huang Dongping di babak 16 besar.

Sedangkan Rehan Naufal Kusharjanto/ Lisa Ayu Kusumawati hendak mengalami Lee Jhe- Huei/ Hsu Ya Ching asal Chinese Taipei serta Zachariah Josiahno Sumanti/ Hediana Julimarbela bersua wakil Denmark, Mikkel Mikkelsen/ Rikke Søby.

admin

Trinformasi merupakan portal informasi online yang memberikan informasi seputar teknlogi, edukasi, dan seputar informasi lainya yang bermanfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.